Tampilkan postingan dengan label ROHANI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ROHANI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Mei 2011

Cerita 8 Malaikat (Karya Tri wahyuni and Nur alifah X5)


Terkisah seorang gadis remaja berusia 14 th yang bernama callisa.ia sekarang duduk dikelas IX SMP. Callista adalah gadis remaja yang riang ,pandai bergaul dan suka membantu teman_temannya dikala mendapat kesulitan. Nah…………sebelum ia lulus sekolah ia ingin sekali mengabadikan kiswahnya yang dialami bersama teman_temannya selama 3 th dialmater tercinta .ia mengabadikan dalam sebuah buku catatan diary “CERITA 8 MALAIKAT”.
Sebentar lagi callisa akan menempuh UN,yang dimana itu dapat diibaratkan penentuan akhir perjuangannya didunia pendidikan di SMP N 1 KUSUMA BHAKTI yang dijalani selama 3 th lamanya. Dimana ia menemukan yang namanya “8 sahabat sejati”.yapz,sahabat yang ada dikala suka atau duka. Arti sahabat yang ga biasa dihitung kaya MATEMATIKA, dan sahabat yang dapat ngertiin perasaan satu sama lain.disini lah awal mulanya terbentuk sebuah Geng yang bernama “ANGEL EIGH”
Diani,Mitha,Silvi,hanufah,caca,Ney,Ve, dan Callista Pastinya. Susah, senang, asem, manis ya kaya Lemon Tea gito?!. Pokoknya ada kesan-kesan tersendiri yang gak bias di ungkapkan dengan kata-kata.
Banyak yang bertanya-tanya kenapa Genk kami dinamai “Angel Eigh” tapi, jangan salah Genk Callista bukan Genk yang anarkis loh, Arti sendiri dari “Angel Eight” adalah 8 Malaikat yang mempunyai Visi dan misi yang baik. Rintangan yang selalu menghadang, sehingga membuat Genk Callista selalu saja hampir bubar. Tapi bias teratasi karena solidaritas dan kekompakan dari anggota-anggotanya.
Disini yang terkenal sama kepinterannya namanya angel, caca, diani, dan hanufah. Waduh…. Jangan sampe Tanya-tanya tentang cowo/ pacar
Sama Sama mereka-mereka deh;……karena mereka ini sukanya megang buku tiap hari. Maklum deh anak pintar gitu loch””””” gak heran mereka dapat rengking terus dikelas..kalau Angel silvi disini karakternya cerewet,tukang ngasih nasihat,sensitive banget pula orangnya!!!tapi itu ia lakuin demi kebaikan kita smua lowh!!!!
Silvi juga anaknya tomboy abiz,tapi seru koq. Terus,yang terakhir Angel callista,nay,mitha.dan ve. Karakternya macem-macem, mereka gaul, cerewet,dll.
Karakter mita disini jauh berbda sama Angel-angel yang lainnya. Dia tuh anak paling nyebelin,suka ngatur,marah2 g jelas gt????? Tapi kadang-kadang sih ?????!!!!!
Nah,itulah brbagai macam karakter para angel,beraneka ragam. Tapi dengan keanekaragaman itulah yang membuat callista cs jadi saling mengerti dan memahami satu sama lain. Mereka juga saling mengisi kekosongan. Itulah yang menyebabkan mereka slalu kompak terus kalau diinget2 dari pengalaman yang dulu yang namanya tangisan,kesedihan,kebahagiaan,asem,maniz dan masih banyak lagi deh,yangf callista alami bersama. Kalau mereka lagi ada masalah, mereka selalu memecahkan nya bersama-sama. Itu lach fungsionya sahabat. Sahabat yang ada saat kita suka maupun duka, iti lah yang namannya sahabat sejati. Maka dari itu kita harus menjaga yang namannya sahabat. Jangan sampai hilang, karena susah cari penggantinya. Coba saja sendiri kalau kamu ngga percaya?? Dari pengalaman callista ini kita dapat merasakan betapa indahnya persahabatan. Kita juga harus menerima keadaan sahabat kita apa adannya. Kita juga harus menerima sifat atau karakter mereka masing-masing maka dari itu lebih baik kita kehilangan cowo yang kita cintai dari pada harus kehilangan sahabat sejati…

MENINGKATKAN KEIMANAN KEPADA MALAIKAT bY : Lytha Dhyria

Iman menurut bahasa artinya percaya dan menurut istilah adalah meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menciptakan malaikat dari nur atau cahaya. Ia selalu taat beribadah, tidak pernah menentang perintah Allah SWT termasuk rukun iman yang kedua.
Rosulullah SAW bersabda:
"Iman itu engkau percaya kepada Allah SWT, malaikat Allah SWT, kitab-kitab Allah SWT, Rosul-Nya, hari akhir dan percaya kepada qodar yang baik dan yang buruk." (HR. Muslim)
Firman Allah SWT:
"Mereka (malaikat) selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya." (Al-Anbiya:20)
Malaikat adalah makhluk Allah SWT yang paling taat dan malaikat wajib kita imani ada 10 jumlahnya. Mereka semata-mata untuk mengabdi dan melaksanakan tugas yang di perintahkan Allah SWT tidak ada sutupun perintah Allah SWT yang dilewatkan.
Firman Allah SWT:
"Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang di perintahkan (kepada mereka)." (An-Nahl:50)
Sifat-sifat malaikat yaitu selalu taat kepada-Nya, tidak laki-laki tidak perempuan tapi tidak banci, tidak makan dan tidak tidur dan tidak bernafsu, tidak beranak tidak berbapak tidak beribu, tidak sombong dan selalu bertasbih, dapat menjelma menjadi makhluk lain atas izin Allah SWT.

Malaikat adalah makhluk yang paling taat, mereka tidak pernah mendurhakai Allah SWT dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Firman Allah SWT:
"Para malaikat tidak mendurhakai Allah SWT terhadap apa yang di perintahkannya kepada mereka dan selalau mengerjakan apa-apa yang diperintahkan." (At-Tahrim:6)
Perbedaan penciptaan malaikat, jin dan manusia dinyatakan oleh Rosulullah SAW. Sabda Rosulullah SAW:
"Malaikat itu diciptakan dari cahaya, sedangkan jin dari nyala api dan Adam diciptakan dari apa yang telah diterangkan pada semua (dan tanah)." (HR.Muslim)

SABAR BAGI ORANG MUSLIM kary@ : Linatussofiyanti X-4




Dalam islam ada beberapa akhlak terpuji, diantara akhlak-akhak tersebut adalah sabar. Sabar dapat diartikan sebagai tahan menderita untuk menghadapi yang tidak disenangi dengan penuh ridha dan menyerahkan diri kepada Alloh SWT. Secara singkat sabar dapat diartikan sebagai kemampuan menahan diri dikala ada cobaan atau godaan untuk tidak marah atau tidak pasrah.

Seorang yang muslim bila dia mengalami suatu keadaan yang baginya tidak menyenangkan dia akan tetap tenang dan akan selalu ingat Alloh SWT dan bila dia menderita karena terkena musibah dia tidak akan putus asa, dialah yang dinamakan orang yang sabar.

Banyak orang yang sabar mengalami kesenangan, contohnya seperti saat kita menjalankan ibadah puasa, pada saat menjalankan ibadah, selalu menahan hawa nafsu, menahan makan dan minum dan pada saat berbuka akan merasakan kenikmatan yang luar biasa karena bersyukur kepada Alloh SWT. Ini merupakan contoh sabar dalam menghadapi ibadah.

Adapun contoh sabar dalam meninggakan maksiat, yaitu Bila seseorang dia sedang dimabuk asmara pasti apa saja yang membuat dia senang akan dilakukan, baik itu perbuatan terpuji atau tercela. Sebagai seorang muslim yang baik ada kalanya tidak boleh melakukan perbuatan tercela seperti halnya berbuat maksiat. Bila seseorang pacaran dan melakukan hal-hal yang maksiat, dia tidak akan bahagia hidup didunia, banyak bagi mereka yang seperti itu. Namun, sebaliknya bila dia sabar dalam meninggalkan perbuatan yang hina itu, terasa hidupnya lebih bahagia. Maka itu sebagai pemuda dan pemudi muslim yang memiliki jiwa sabar ada kalanya mampu meninggalkan perbuatan maksiat.

Pacaran dengan melakukan perbuatan maksiat akan memndapatkan dosa dari Alloh SWT. Selain itu, bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka Siapakah yang akal menyesal? Tentunya diri sendiri, bukan hanya merugikan diri sendiri tetapi orang yang ada disekitarnya pun akan merasa dirugikan. Selain itu dia juga bukan termasuk orang yang sabar dalam meninggalkan perbuatan maksiat.

Yang terakhir adalah contoh orang yang sabar dalam menghadapi musibah adalah pada saat terjadi gempa dan tsunami di Aceh banyak saudara kita yang meninggal dan luka parah, mungkin bagi mereka yang tidak mampu berserah diri dan bersabar kepada Alloh SWT dia akan mengalami stres yang cukup berat bahkan dia bisa gila, tetapi bagi mereka yang mampu berserah diri dan bersabar dia akan mampu bertahan hidup sampai sekarang dan mampu menjalani kegiatannya seperti sebelum terjadi tsunami yang memporak-porandakan kota mereka. Selain contoh tersebut masih banyak contoh yang lain seperti halnya mampu bersabar pada saat kita tidak lulus ujian. Mungkin hal itu membuat kita kecewa tetapi bila kita menghadapi hal itu sebagai suatu keberhasilan yang tertunda maka hati dan jiwa akan merasa tenang. Itu termasuk ciri-ciri orang sabar.

Adapun Dalil yang menerangkan tentang sabar yang mempunyai arti sebagai berikut:
“ sesungguhnya hanya orang-orang yang sabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. (Qs. Az-zumar : 10)
Sudah jelas pula diterangkan pada ayat diatas bagi mereka yang berbuat sabar akan dilimpahkan pahala baginya. Dan bagi mereka yang berbuat sabar akan dijadikan pemimpin yang mampu memberi petunjuk dengan perintah Alloh SWT, seperti dijelaskan pada Qs. As-sajdah : 24 yang artinya sebagai berikut:
“ dan diantara mereka itu kami jadikan pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah kami, ketika mereka sabar dan adalah meyakini ayat-ayat kami.

Membalas Kebaikan Dan Mengucapkan Terimakasih



 Termasuk bagian dari akhlak dari seseorang muslim sejati, adalah membalas kebaikan yang di terimanya, berterimakasih kepada orang yang menolongnya, dan jangan mengingkari persahabatan, sebab yang demikian itu merupakan amalan Rasulullah SAW, seperti beliau :
 “Barang siapa yang diperlakukan dengan baik oleh seseorang, maka ia hendaklah membalas kebaikan itu sebanding dengan apa yang diterimanya” (H.R Abu Daud dan Tirmidzi).

Didalam hadits yang lain :
“Siapa yang meminta pertolongan kepad Allah, maka hendaklah kalian tolong dia, dan siapa yang datang kepada kalian dengan berbuat kebaikan, maka hendakla kalian membalas kebaikannya secara seimbang” (H.R Abu Daud, Nasai dan Ahmad).

Islam, melalui Nabi yang mulia, memerintahkan kepada umatnya untuk mengucapakn teimakasih kepada orang yang telah berbuat baik kepada kita. Hal ini akan membawa manfaat sangat besar, karena dapat mendatangkan rasa kasih sayang terhadap sesamanya.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya sesyukur-syukurnya manusia kepada Allah SWT, tergantung dari syukur mereka itu kepada manusia” (HR Ahmad dan Thabrani).

Seseorang muslim tidak cukup dengan hanya bersyukur kepada Allah SWT saja, tetapi dia juga harus bersyukur kepada sesamanya, yaitu dengan cara berbuat baik, saling tolong menolong sehingga tecipta kedamaian dan ketentraman. Allah tidak akan menerima syukur hamba-hamba-Nya pada-Nya, jika rasa syukur itu tidak dibarengi dengan rasa syukur terhadap manusia yang telah berbuat baik padanya.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah seseorang itu bersyukur kepada Allah, jika ia tidak bersyukur kepada sesama manusia” (HR Bukhari).

Sikap yang selalu bersyukur itu adalah sikap terpuji, yang dapat mendorong pelakunya untuk berbuat baik. Dapat merangsang timbulnya rasa kasih sayang terhadap sesama manusia, dan membuka hati mereka menuju cinta. Hal seperti inilah yang menjadi misi dan sasaran islam, yaitu menyatukan setiap hati pemeluknya.

Kamis, 12 Mei 2011

Kelebihan Al-Qur’an Dibandingkan Kitab Suci Yang Lain

Sesuatu yang menjadi penyempurna pasti memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan yang di sempurnakan. Apabila tidak memiliki kelebihan, sesuatu itu tidaklah pantas disebut sebagai penyempurna. Al-qur’an dikatakan sebagai kitab penyempurna karena memiliki kelebihan dari kitab-kitab suci sebelumnya. Selama 14 abad lebih, kitab suci al-qur’an tidak mengalami perubahan sedikitpun, baik tulisan maupun isi kandungannya.Keadaan seperti ini akan terus berlangsung sampai akhir kehidupan dunia ini. Keaslian al-qur’an seperti ini diakuioleh para sejarawan, baik muslim maupun non muslim.
Dalam bidang ibadah, Al-qur’an antara lain menjelaskan sholat, zakat, puasa, dan haji. Ke 4 macam ibadah tersebut dinamakan ibadah mahdah, yakni ibadah yang sudah ada aturannya secara rinci dalam agama.
Dalam bidang akidah,alqur’an telah menegaskan bahwa satu-satunya sembahan manusia yang hak adalah Allah SWT. Pengakuan adanya sembahan selain Allah SWT dinyatakan syirik.
Dalam bidang mu’amalah, Al-qur’an menegaskan bahwa gotong-royong yang dibenarkan dalam islam adalah gotong-royong dalam hal kebaikan dan ketaqwaan, bukan dalam dosa dan permusuhan.

Dalam bidang akhlak karimah , Al-qur’an memberi bimbingan kepada manusia agar memiliki akhlak karima. Al-qur’an menjelaskan bahwa akhlak karimah meliputi hubungan dengan sesame manusia dan dengan Allah SWT sebagai pencipta. Dalam bidang hukum, Al-qur’an mengakui dan menghargai hak setiap manusia. Hak seseorang dapat di peroleh apabila hukum di tegakkan. Sebagian orang menilai bahwa hukum islam sadis dan tidak mengenal keprimanusiaan. Orang yang menganggap bahwa hokum islam itu sadis adalah orang yang tidak mau berpikir jernih. Sekiranya mau berpikir cermat, niscaya mereka mengakui bahwa ketetapan hukum islam itu baik dan tidak sadis. Dengan adanya hukuman yang cukup berat, seseorang tidak berani melanggar hak-hak orang lain.
Al qur’an diturunkan dalam bahasa arab, tetapi sangat berbeda dengan bahasa arab pada umumnya. Bahasa arab terkenal memiliki kemampuan bersyair sejak zaman dahulu. Mereka sering mengadakan lomba membaca syair pada pasar ukaz. Meskipun demikian, tidak satupun penyair yang mampu menandingi bahasa Al-qur’an. Setiap kali orang kafir Quraisy mengutus pemuda yang ahli bersyair untuk berdialog dengan Rosulullah SAW pasti mengalami kegagalan bahkan mereka merasa kagum. Bahasa Al-qur’an mempunyai nilai sastra yang tinggi sehingga Nabi Muhammad SAW sendiri tidak sanggup menandinginya. Keindahan gaya bahasa Al-qur’an hanya dapat dirasaka oleh orang yang paham terhadap sastra arab. Pada masa pemerintahan khalifah Abu Bakar as-siddiq, muncul beberapa orang murtad dan mengaku sebagai nabi. Mereka mencoba untuk membuat tandingan terhadap Al-qur’an, tetapi tandingan yang mereka buat tidak ada nilainya sama sekali.
Kitab-kitab suci sebelum Al qur’an berlaku sementara dan hanya untuk umat tertentu. Al-qur’an berlaku untuk sela-lamanya dan untuk semau manusia. Oleh sebab itu, kitab suci sebelum Al qur’an dikatakan temporer dan local. Sedangkan Al-qur’an dikatakan abadi dan universal.



Pentingnya Menghafal dan Memahami Al Quran

 

 Al Quran diturunkan kepada Muhammad Rasulullah SAW selama 23 tahun masa kerasulan beliau. Al Quran di turunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW dengan perantaraan malaikat Jibril. Malaikat Jibril menurunkan Al Quran ke dalam hati Rasulullah dan beliaupun langsung memahaminya. Hal ini disebutkan dalam Al Quran surat Al Baqarah (2) : 97.


Q.S. Al Baqarah:97.
Katakanlah: “Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.”



Kemudian Rasulullah SAW mengajarkan Al Quran itu kepada para shahabatnya. Mereka menuliskannya di pelepah daun-daun kering, batu, tulang dll. Pada saat itu belum ada kertas seperti zaman modern sekarang ini. Kemudian para shahabat langsung menghafalnya dan mengamalkannya. Demkian Al Qur'an di ajarkan kepada para shahabat-shahabat yang lain. Al Quran difahami dengan menghafal. Bukan dengan sekedar membaca.


Pada saat Rasulullah telah wafat, banyak terjadi peperangan. Dalam peperangan Yamamah misalnya, banyak para sahabat pemghafal Quran yang syahid. Melihat kondisi ini Umarpun meminta Abu bakar sebagai khalifah untuk membuat Mushaf Al Quran. Abu bakar sempat menolak. “Apakah engkau meminta aku untuk melakukan apa yang Rasulullah tidak lakukan ?” ujar beliau. Tapi dengan gigih Umar bin Khattab menjelaskan urgensinya pembuatan Mushaf bagi kepentingan kaum muslimin di masa yang datang. Akhirnya Abu Bakarpun dapat diyakinkan dan kemudian setuju dengan ide Umar bin Khattab.
Abu Bakarpun lalu meminta Zaid bin Haritsah untuk melakukan tugas ini. Zaid bin Haritsah pun sempat berkata: “ Apakah engkau meminta aku untuk melakukan apa yang Rasulullah tidak lakukan ?”. Tapi akhirnya Zaidpun setuju dan mulai mengumpulkan shahifah-shahifah yang tersebar di tangan para shahabat yang lain. Batu, daun-daun kering, tulang dll, itupun disimpan di rumah Hafsah.
Barulah pada zaman Khalifah Utsman bin Affan, Mushaf Al Quran selesai sebanyak 5 buah. Satu disimpan Utsman dan 4 yang lain disebar ke : Makkah, Syria, Basrah dan Kufah. Jadi pada saat itu para shahabat, tabi’it dan thabi’i tabiin mempelajari al Quran dengan menghafal karena jumlah Mushaf yang sangat sedikit.
Bagaimana dengan kondisi zaman sekarang? Bila kita perhatikan di sekitar kita, diantara teman-teman dan keluarga kita, ada berapa persen diantara mereka yang hafal Al Quran? Berapa persen yang sedang menghafal Al Quran? Mungkin kita susah memberikan persentase karena dihitung dengan jari-jari tangan kita belum tentu genap semuanya.
Kaum muslimin saat ini masih cukup berpuas diri dengan membaca Mushaf Al Quran dan tidak memahami maknanya. Padahal membaca Al Quran baru langkah awal interaksi Al Quran. Al Quran sebagai petunjuk bagi kita tidak cukup dibaca tapi juga dihafal dan difahami.
Mungkin ada sebagian yang berkata mengapa perlu menghafal? Tidakkah cukup dengan membaca Mushaf dan membaca tarjemahan? Ternyata tidak cukup. Dengan menghafal Al Quran ada “rasa” (atau zauk) yang diberikan Allah kepada hati kita. Rasa ini didapat karena ayat-ayat yang dibaca berulang-ulang. Pengulangan kalam-kalam suci itulah yang menjadi "makanan" untuk hati. Dan sesuai dengan ayat di Al Baqarah : 97 diatas, Al Quran itu diturunkan di hati Nabi Muhammad. Bukan di akal fikiran beliau. Artinya Al Quran itu konsumsi atau makanan hati bukan sekedar fikiran.


Rasa inilah yang menjadikan kita nikmat mengenal Allah, memahami kehendakNya dan ringan melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala laranganNya. “Rasa” ini kurang ada juga sedikit ketika kita hanya membaca. Apalagi bila membacanya tidak diiringi dengan pemahaman artinya. Dan membaca tidak diulang-ulang. Efeknya sangat berbeda dengan mengulang-ulangnya.
Kaum muslimin saat ini cukup berpuas diri dengan membaca “buta” Al Quran dan menimba ilmu dari para ustadz, kyai dan pemuka-pemuka agama. Tanpa menghilangkan rasa hormat kepada para penyampai-penyampai risalah agama, kita sebagai hamba Allah, secara individual juga mempunyai kewajiban berusaha memahami Al Quran dari aslinya langsung dari firman-firmanNya.
Bila kita menghafal dan mentadaburi Al Quran maka Allah akan mengajarkan kepada kita pengetahuan melalui hati kita dengan perantaraan ilham. Seperti yang difirmankan Allah SWT dalam surat Asy Syams ayat 8-10:
Q.S. Asy Syams: 8-10.
"Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya".
Ilham ini dapat dirasakan dengan dalam hati kita. Bukankah kita pernah bingung tentang suatu masalah, kemudian pada suatu saat kita, “cling”mememukan cara untuk menyelesaikan masalah dengan baik. Itulah ilham.
Atau ilham itu sebagai furqan atau pembeda mana-mana amal yang haq dan mana-man yang bathil. Sebagai misal ketika kita masuk ke tempat maksiat maka hati kita akan terasa tidak enak, tidak nyaman. Itulah peringatan dari hati kita yang bersih. Furqan inilah yang dibutuhkan di dalam kehidupan ketika berperang dengan bisikan-bisikan syaithan yang membujuk-bujuk kita untuk berbuat maksiat dengan iming-iming duniawi yang menggiurkan. Karena itu sangatlah kita memerlukan furqan yang menjadikan kita mantap mengetahui yang haq dan yang bathil. Seperti disebutkan oleh Allah Azza wa Jalla dalam surat Al Anfaal ayat 29:
Q.S. Al Anfaal: 29.
Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. dan Kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. dan Allah mempunyai karunia yang besar.
Al Quran juga sebuah petunjuk/pedoman hidup bagi kita kaum muslimin :
Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.


(QS Al Baqarah : 2)
Jadi intinya Al Qur’an adalah pedoman hidup. Tapi hanya segelintir orang yang hafal dan faham Al Quran. Bagaimana Al Qur'an bisa menjadi pedoman hidup seorang muslim secara individual bila membaca dan memahaminya secara tuntas saja belum dilakukan? Dan banyak diantara kaum muslimin yang meninggal dalam keadaan belum pernah membaca dengan tuntas Al Quran.
Bayangkan apabila kita akan pergi ke puncak Gunung Semeru. Sebelum pergi kita dibekali dengan peta, rambu-rambu dan petunjuk-petunjuk oleh seorang pendaki gunung profesional. Tetapi kita tidak memahami petunjuk-petunjuk tersebut. Apakah kita dijamin akan sampai di puncak gunung semeru dengan selamat ? Kita mungkin lebih senang bertanya dengan penduduk setempat. Bila kita bertemu dengan penduduk yang sangat kenal gunung semeru, mungkin kita akan sampai dengan selamat. Tetapi bila orang kita tanya juga kurang faham jalan ke puncak gunung, akankah kita sampai ke puncak dengan selamat atau mungkin kita bisa tersesat ? Padahal bila kita memahami, petunjuk, peta dan juga bertanya maka kita akan mendapat jalan pintas untuk sampai ke puncak gunung.
Memang solusi pemahaman Al Qur'an ini tidak akan dapat berhasil bila sistem pendidikan agama tidak berjalan intensif sejak dini. Sebagai permisalan, bahasa Inggris diajarkan sejak SD. Maka kita lihat ketika lulus SMA para mahasiswa sudah bisa belajar dari diklat berbahas Inggris. Bila sistem ini diterpakan juga untuk bahasa Arab (sebagai media inti pemahaman Al Quran) maka ketika berumur 20-25 seorang muslim sudah mulai bisa memahami Al Quran dengan mandiri.
Wahai saudara-saudaraku kaum muslimin, memahami Al Quran bukan fardhu kifayah yang dibebankan kepada ulama, kyai atau ustadz. Tapi seperti dicontohkan oleh para sahabat, membaca, menghafal, memahami dan melaksanakan Al Qur'an dilakukan sebagai kewajiban indivial setiap kaum muslimin. Bila secara individu seorang muslim meningkat kualitasnya, keluarga yang dibinanya juga akan berkualitas sehingga akhirnya sebuah masyarakat madani yang dirindukan selama ini juga dapat terwujud.

Demikianlah renungan kita tentang Al Quran. Semoga Allah memberikan taufik dan hidayahNya kepada kita semua sehingga kita menjadi orang-orang yang mencintai Al Quran, membacanya, menghafalkannya, memahaminya dan mengamalkannya.


Wallahu alam bi shawab

Uca Cyanx C'mua