Jumat, 25 Mei 2012

manusia modern

pada zaman yg seperti sekarang ini tak lagi ada banyak para wanita2 yg meninggikan harga dirinya sendiri ,melainkan memamerkan segala kesempurnaan badaniah di depan umum, terutama lawan jenisnya.itulah yg bisa membuat datangnya bisikan2 kecil daklam  hati manusia untuk berbuat keji dan mungkar..bilamana kita tahu apa yg telah terjadi dalam fenomena jagat raya ini yg tidak selamanya abadi tuk diterawang sang insan dunia,bumi tak laggi asri,sering tergoyahkan nafsu dunia,semua nyawa melayang tak terkendali karena satu hal yaitu rusaknya moral manusia.....hilangnya rasa malu , ketidak pedulian terhadap iman dan ketakwaan kepada sang khaliq,,apakah inilah akhir cerita kita????....

Rabu, 18 Mei 2011

Cerita 8 Malaikat (Karya Tri wahyuni and Nur alifah X5)


Terkisah seorang gadis remaja berusia 14 th yang bernama callisa.ia sekarang duduk dikelas IX SMP. Callista adalah gadis remaja yang riang ,pandai bergaul dan suka membantu teman_temannya dikala mendapat kesulitan. Nah…………sebelum ia lulus sekolah ia ingin sekali mengabadikan kiswahnya yang dialami bersama teman_temannya selama 3 th dialmater tercinta .ia mengabadikan dalam sebuah buku catatan diary “CERITA 8 MALAIKAT”.
Sebentar lagi callisa akan menempuh UN,yang dimana itu dapat diibaratkan penentuan akhir perjuangannya didunia pendidikan di SMP N 1 KUSUMA BHAKTI yang dijalani selama 3 th lamanya. Dimana ia menemukan yang namanya “8 sahabat sejati”.yapz,sahabat yang ada dikala suka atau duka. Arti sahabat yang ga biasa dihitung kaya MATEMATIKA, dan sahabat yang dapat ngertiin perasaan satu sama lain.disini lah awal mulanya terbentuk sebuah Geng yang bernama “ANGEL EIGH”
Diani,Mitha,Silvi,hanufah,caca,Ney,Ve, dan Callista Pastinya. Susah, senang, asem, manis ya kaya Lemon Tea gito?!. Pokoknya ada kesan-kesan tersendiri yang gak bias di ungkapkan dengan kata-kata.
Banyak yang bertanya-tanya kenapa Genk kami dinamai “Angel Eigh” tapi, jangan salah Genk Callista bukan Genk yang anarkis loh, Arti sendiri dari “Angel Eight” adalah 8 Malaikat yang mempunyai Visi dan misi yang baik. Rintangan yang selalu menghadang, sehingga membuat Genk Callista selalu saja hampir bubar. Tapi bias teratasi karena solidaritas dan kekompakan dari anggota-anggotanya.
Disini yang terkenal sama kepinterannya namanya angel, caca, diani, dan hanufah. Waduh…. Jangan sampe Tanya-tanya tentang cowo/ pacar
Sama Sama mereka-mereka deh;……karena mereka ini sukanya megang buku tiap hari. Maklum deh anak pintar gitu loch””””” gak heran mereka dapat rengking terus dikelas..kalau Angel silvi disini karakternya cerewet,tukang ngasih nasihat,sensitive banget pula orangnya!!!tapi itu ia lakuin demi kebaikan kita smua lowh!!!!
Silvi juga anaknya tomboy abiz,tapi seru koq. Terus,yang terakhir Angel callista,nay,mitha.dan ve. Karakternya macem-macem, mereka gaul, cerewet,dll.
Karakter mita disini jauh berbda sama Angel-angel yang lainnya. Dia tuh anak paling nyebelin,suka ngatur,marah2 g jelas gt????? Tapi kadang-kadang sih ?????!!!!!
Nah,itulah brbagai macam karakter para angel,beraneka ragam. Tapi dengan keanekaragaman itulah yang membuat callista cs jadi saling mengerti dan memahami satu sama lain. Mereka juga saling mengisi kekosongan. Itulah yang menyebabkan mereka slalu kompak terus kalau diinget2 dari pengalaman yang dulu yang namanya tangisan,kesedihan,kebahagiaan,asem,maniz dan masih banyak lagi deh,yangf callista alami bersama. Kalau mereka lagi ada masalah, mereka selalu memecahkan nya bersama-sama. Itu lach fungsionya sahabat. Sahabat yang ada saat kita suka maupun duka, iti lah yang namannya sahabat sejati. Maka dari itu kita harus menjaga yang namannya sahabat. Jangan sampai hilang, karena susah cari penggantinya. Coba saja sendiri kalau kamu ngga percaya?? Dari pengalaman callista ini kita dapat merasakan betapa indahnya persahabatan. Kita juga harus menerima keadaan sahabat kita apa adannya. Kita juga harus menerima sifat atau karakter mereka masing-masing maka dari itu lebih baik kita kehilangan cowo yang kita cintai dari pada harus kehilangan sahabat sejati…

MENINGKATKAN KEIMANAN KEPADA MALAIKAT bY : Lytha Dhyria

Iman menurut bahasa artinya percaya dan menurut istilah adalah meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menciptakan malaikat dari nur atau cahaya. Ia selalu taat beribadah, tidak pernah menentang perintah Allah SWT termasuk rukun iman yang kedua.
Rosulullah SAW bersabda:
"Iman itu engkau percaya kepada Allah SWT, malaikat Allah SWT, kitab-kitab Allah SWT, Rosul-Nya, hari akhir dan percaya kepada qodar yang baik dan yang buruk." (HR. Muslim)
Firman Allah SWT:
"Mereka (malaikat) selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya." (Al-Anbiya:20)
Malaikat adalah makhluk Allah SWT yang paling taat dan malaikat wajib kita imani ada 10 jumlahnya. Mereka semata-mata untuk mengabdi dan melaksanakan tugas yang di perintahkan Allah SWT tidak ada sutupun perintah Allah SWT yang dilewatkan.
Firman Allah SWT:
"Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang di perintahkan (kepada mereka)." (An-Nahl:50)
Sifat-sifat malaikat yaitu selalu taat kepada-Nya, tidak laki-laki tidak perempuan tapi tidak banci, tidak makan dan tidak tidur dan tidak bernafsu, tidak beranak tidak berbapak tidak beribu, tidak sombong dan selalu bertasbih, dapat menjelma menjadi makhluk lain atas izin Allah SWT.

Malaikat adalah makhluk yang paling taat, mereka tidak pernah mendurhakai Allah SWT dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Firman Allah SWT:
"Para malaikat tidak mendurhakai Allah SWT terhadap apa yang di perintahkannya kepada mereka dan selalau mengerjakan apa-apa yang diperintahkan." (At-Tahrim:6)
Perbedaan penciptaan malaikat, jin dan manusia dinyatakan oleh Rosulullah SAW. Sabda Rosulullah SAW:
"Malaikat itu diciptakan dari cahaya, sedangkan jin dari nyala api dan Adam diciptakan dari apa yang telah diterangkan pada semua (dan tanah)." (HR.Muslim)

BUKAN MASALAH

|


Imel menghempaskan tubuhnya dengan lemas ke ranjang . Ia baru saja membaca berita tentang buku cerita serial faforitnya. “ Padahal aku sudah penasaran sekali!” gumamnya gemas.
“ Ada apa?” tegur Rama, kakanya.
“ Buku cerita yang ku tunggu-tunggu baru akan terbit tahun depan,” tuturnya kesal. “ Padahal uang tabungan ku sudah cukup untuk beli sekarang”
Rama tergelak. Diambilnya majalah adiknya, dan di bacanya berita di dalamnya sekilas. “ Lo, buku ini sudah ada, kok, di toko buku. Aku melihatnya kemarin” katanya heran.
“Bohong!” tukas Imel tak percaya. “ Majalah ini tidak mungkin salah, kak!”
Tetapi Rama yakin ia tidak salah melihat. Ia lalu mengajak Imel ke toko buku untuk membuktikannya sendiri. Imel pun berharap informasi di majalah itu keliru. Hatinya berdebar-debar saat mencari buku itu di rak buku. Betapa riang hatinya ketika benar-benar menemukan buku seri terbarunya itu.
“ Benarkan kataku?” Rama membusungkan dada.
Imel mengangguk-angguk senang. Di bukanya buku tebal itu untuk mengintip cerita di halaman pertama. Tapi dahi Imel berkerut.
“Kenapa?” Tanya Rama heran. Ia ikut memeriksa buku itu. “ Oh,,, ini buku aslinya yang berbahasa Inggris, “ ucapnya seolah tak ada masalah.
“Kak Rama, aku mau yang Bahasa Indonesia!” Imel mulai merajuk.
Rama menanyakan hal itu pada bagian informasi toko. Ternyata di majalah Imel benar. Edisi terjemahan baru akan terbit tahun depan.
“ Tidak usah kecewa,” hibur Rama sembari menyodorkan buku tebal lain berjudul “ Inggris-Indonesia kepada adiknya. Kamus.
Imel membeliak. “ Gak mau! Masa aku harus mengartikan sendiri buku setebal delapan ratus halaman lebih ini!” tolaknya kesal.
“ Sebaiknya kamu juga belajar Bahasa Inggris, “ Ujar Rama.
Imel merengut. Ia tak suka Bahasa Inggris. Tetapi, di rumah, Mama dan Papah menyambut gembira usul Rama. Imel malah di suruh ikiut kursus Bahasa Inggris. Imel menolak, dan siap-siap di marahin Mamah dan Papah. Namun ia keliru. Mama dan Papah tidak marah. Papahnya malah membelikannya sebuah buku cerita. Imel gembira sekali. Tapi… buku itu ternyata berbahasa Inggris.
“ Biar Rama yang membacakan dan menerjemahkannya ntuk mu, “ kata Papah ketika memberikan buku itu.
Imel tersenyum lebar ide yang begini baru ia suka.
Akan tetapi, baru beberapa menit Rama membaca, Imel sudah protes. Kakaknya itu membaca dengan lambat, Bahasa Inggris, lalu Indonesia. Begitu seterusnya, membuat Imel buinggung.
“ Kalau begitu, kamu baca sendiri saja, “ kata Rama jengkel. “ Pilih mana, mau tahu ceritanya sekarang, atau baca sendiri tahun depan???”
“ Membaca sendiri sekarang dan tahu artinya!” jawab Imel
Rama menggeleng-geleng kepala dengan gemas.
Imel akhirnya membawa buku itu ke rumah Rena, sahabatnya.
“ Ini buku mahal, kan?” serunya bersemangat.
Rena juga sudah membaca serialitu sebelumnya.
“Aku boleh pinjam lagi, kan???”
“ Aku sendiri belum membaca.”
Rena tercengang. “ Lo, kenapa???Kamu penasaran sekali, kan, ingin tahu ceritanya!!”
“ Tulisannya bahasa Inggris, sih!!”
“Lalu kenapa?? Kita kan sudah belajar di sekolah. Bahasa bukan masalah, Imel..” kata Rena. “ Nanti cerita itu keburu basi kalau kamu menunggu tahun depan.”
“ Basi?”
“ Iya,, Orang lain sudah tahu ceritanya, sementara kamu belum,” jelas Rena.
Imel tersentak. Ia tak mau ketinggalan. Akhirnya Imel mau ikut kursus. Dan ternyata sangat menyenangkan. Sebentar saja Imel sudah bisa membaca buku ceritanya dengan bantuan kamus. Walaupun masih sangat lambatr, tetapi lebih menyenangkan kalau membaca sendiri. Bahkan ia mulai melirik buku cerita berbahasa Inggris yang lain.
Karya Paramitha Wulandari
XI-IPS-2

SEJARAH BERDIRINYA MAN SUMPIUH



Visi MAN Sumpiuh adalah

“Terwujudnya peserta didik yang unggul dalam prestasi, berakhlakul karimah, dan berguna bagi sesama dengan dilandasi iman dan taqwa”

MISI MAN Sumpiuh
1.    Meningkatkan prestasi akademik lulusan
2.    Membentuk peserta didik yang beraklakul karimah dan berbudi pekerti luhur.
3.    Menumbuhkan minat baca
4.    Meningkatkan kemampuan berbahasa Arab dan berbahasa Inggris
5.    Meningkatkan wawasan kemandirian
6.    Meningkatkan prestasi ekstra kurikuler.

TUJUAN MAN Sumpiuh
1.    Mewujudkan siswa yang berprestasi
2.    Mewujudkan siswa yang  beraklakul karimah dan berilmu.
3.    Mewujudkan siswa yang gemar membaca
4.    Mewujudkan siswa yang terampil berbahasa Arab dan Inggris
5.    Mewujudkan kepribadian siswa yang mandiri
6.    Mewujudkan siswa yang berprestasi dalam kegiatan ekstrakurikuler.

Lembaga Pendidikan Madrasah Aliyah Negeri Sumpiuh berlokasi di Jalan Raya Sumpiuh (Purwokerto Yogyakarta) RT 04/03 Kelurahan Kebokura, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Propinsi Jawa Tengah.
Letak gedung MAN Sumpiuh ini dikelilingi gedung SD, Gedung Pramuka, sawah, masyarakat, lapangan sepak bola dan jalan tembus serta Jalan Raya Sumpiuh (Purwokerto Yogyakarta).
Pada tahun 1968 Yayasan Pendidikan Ma’arif NU Sumpiuh dengan ketua KH. Munawar Saleh dengan anggota pengurus : KH. Hasbani Hasan, H. Aboe Widjaya, KH. Asngadi Asnawi, KH. Amanudin Azis, KH. Ahyadi, dan lain-lain,  mendirikan “PENDIDIKAN GURU AGAMA” (PGA) 4 tahun Sumpiuh dengan Kepala Madrasah Bapak Muhammad Baedah, BSc, beliau menjabat Kepala Madrasah sampai tahun 1972, yang berlokasi di depan Masjid Kauman Sumpiuh.
Selanjutnya pada tahun 1972 PGA 4 tahun berubah nama menjadi PGA 6 tahun, dengan Kepala Sekolah Bapak Drs. Ramelan. Pada tahun 1980 PGA 6 tahun Ma’arif Sumpiuh berubah nama menjadi Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Islamiyah Sumpiuh, dengan Kepala Madrasah Aliyah Islamiyah Sumpiuh dijabat oleh Bpk Idrus. Memasuki tahun ajaran 1982/1983, lokasi Madrasah Tsanawiyah pindah ke Desa Kradenan Sumpiuh.
Pada awal Tahun ajaran 1982/1983 Pengurus MA Islamiyah bermusyawarah dengan pengurus MWC NU Sumpiuh dan Ma’arif NU yang memutuskan bahwa MA Islamiyah Sumpiuh diserahkan kepada MAN Purwokerto dengan nama MAN Purwokerto Filial di Sumpiuh dengan jumlah siswa 55 anak, dengan kepala R. Sugeng BA yang ditunjuk oleh Kepala MAN Purwokerto. Sedangkan kelas 2 dan 3 Madrasah Aliyah Islamiyah dengan kepalai Bpk Drs. Saikun, S.
Pada Tahun Ajaran 1984/1985 MAN Purwokerto Filial di Sumpiuh dengan Kepala Madrasah Bapak R. Sugeng, BA, berkembang jumlah siswanya menjadi 140 anak yang terdiri dari 4 kelas. Karena keterbatasan kelas maka yang satu kelas menempati Kantor KUA Kecamatan Sumpiuh yang masih satu lokasi di depan Masjid Kauman.
Kemudian memasuki Tahun Ajaran 1985/1986 Kepala MAN Purwokerto Filial Sumpiuh diganti oleh Bapak Drs. Saikun. Pada saat itu MAN Sumpiuh masih berlokasi di gedung bekas PGA 6 tahun Sumpiuh milik Pengurus.
Pada tahun 1986 Kepala sekolah Drs. Saikun bersama Ketua BP3 Bapak H. Aboe Widjaya bernegosiasi dengan Bupati Banyumas di Purwokerto untuk mohon bantuan tanah Pemda yang berada di wilayah Sumpiuh, namun gagal. Sehingga kemudian Kepala Sekolah secara pribadi membeli tanah milik H. Sardi seluas 2.800 m2, dengan harga Rp. 8.000.000,- (delapan juta rupiah) diserahkan kepada BP3 untuk dibangun gedung dan dibayar secara diangsur sesuai dengan kemampuan sekolah. Tanah tersebut berlokasi di Kelurahan Kebokura Kecamatan Sumpiuh.
  Pada awal tahun 1987 di atas tanah tersebut mulai dibangun gedung sebanyak 4 lokal kelas, 1 lokal untuk ruang guru, TU dan Kepala Sekolah, dengan biaya dari BP 3 dan pinjaman kepala Madrasah secara pribadi dengan total anggaran Rp 15.000.000,- (lima belas juta rupiah). Pada tahun 1988 mulai menempati 4 lokal kelas baru tersebut, sedangkan 2 kelas masih menempati gedung Yayasan Nurul Islam yang berada di depan Masjid Kauman Sumpiuh.
Memasuki tahun pelajaran 1989 MAN Filial Sumpiuh membangun lagi 3 lokal kelas, dengan tambahan bangunan tersebut seluruh siswa menempati lokal sekolah di Kelurahan Kebokura Sumpiuh sampai sekarang.
Pada tahun 1994 berdasarkan SK Menteri Agama Nomor 244 tahun 1993 tertanggal 25 Oktober 1993, yang menyatakan bahwa MAN Purwokerto Filial Sumpiuh berubah nama menjadi MAN Sumpiuh penuh (berdiri sendiri), lepas dari ikatan Filial MAN Purwokerto, dengan jumlah siswa 180 anak dan guru dinas 12 orang.
Pada tanggal 19 Januari 1994 MAN Sumpiuh diresmikan oleh Bapak Bupati Kepala Daerah Tk. II Banyumas Bapak Joko Sudantoko dengan dihadiri Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi Jawa Tengah Bapak Drs. Ali Muachor. Sehingga tanggal 19 Januari dijadikan hari jadi MAN Sumpiuh.
Kemudian pada tanggal 19 April 1994, Kepala Kantor Departemen Agama Propinsi Jawa Tengah melantik Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumpiuh, Bapak Drs. Saikun. Beliau menjabat Kepala MAN Sumpiuh sampai tanggal 31 Oktober 2004, selanjutnya Madrasah Aliyah Negeri Sumpiuh dipimpin oleh Pelaksana Tugas Kepala Drs. H. Daliman, M.Pd. yang merupakan kepala MAN Purwokerto 1 sampai tanggal 30 Juni 2005. Tanggal 1 Juli 2005 sampai tanggal 12 September 2007 Kepala MAN Sumpiuh dijabat oleh Bapak Drs. Mohamad Alwi, M.PdI. Selanjutnya sejak tanggal 13 September 2007 sampai dengan 4 Januari 2010 Kepala Madrasah Aliyah Negeri Sumpiuh dijabat oleh Bapak Drs. H. Mahmurroji, M.Pd. Sejak Tanggal 5 Januari 2010 sampai dengan sekarang kepala madrasah di jabat oleh Bpk Drs. H. Muslimin Wonoto, M.Pd.I yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor Kw.11.1/2/KP.07.6/0002/2010 tanggal 5 Januari 2010.
Sejak penegerian sampai saat ini, perkembangan fisik atau sarana dan prasarana sangat pesat. Saat penegerian hanya punya 6 ruang belajar dan 1 ruang kantor guru dan karyawan, sekarang telah menjadi 17 ruang belajar, 1 ruang kepala, 1 ruang kantor Tata Usaha, 2 ruang guru, 2 ruang laboratorium, 1 ruang keterampilan dan 1 ruang perpustakaan. Satu ruang OSIS dan satu ruang PMR. Perkembangan jumlah siswa juga sangat baik, jumlah siswa terbanyak mencapai 741 siswa. Lulusan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumpiuh setiap tahunnya selalu ada yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta. Berdasarkan penilaian dari Badan Akreditasi Sekolah/Madrasah, maka pada tanggal 11 November 2009 Madrasah Aliyah Negeri Sumpiuh ditetapkan sebagai Madrasah Terakreditasi A.
Perkembangan karir guru dan pegawai pada Madrasah Aliyah Negeri Sumpiuh juga mengalami kemajuan dengan diangkatnya 4 orang guru menjadi kepala MTs Negeri, Pengawas dan Kasi Mapenda. Ketiga orang guru tersebut adalah : 1) M. Yatiman, S.Pd. diangkat menjadi Kepala MTs Negeri Kaleng Kabupaten Kebumen; 2) Drs. H. Imam Hidayat diangkat menjadi Kasi Mapenda Kantor Departemen Agama Kabupaten Banyumas, 3) Drs. H. Dul Basyar, M.PdI. diangkat menjadi Pengawas pada Kantor Departemen Agama Kabupaten Banyumas, 4) H. Toha Machfudi, S.Pd. diangkat menjadi Kepala MTs Negeri Gombong Kabupaten Kebumen.
Demikian sejarah singkat berdirinya Madrasah Aliyah Negeri Sumpiuh, mulai dari pendidikan Madrasah swasta menjadi Madrasah Aliyah Negeri Purwokerto Filial di Sumpiuh selama 10 tahun dan akhirnya menjadi MAN Sumpiuh yang saat ini sudah berusia 17 tahun.  
                                                         
Sumpiuh, 20 Januari 2011
                                                                   Kepala MAN Sumpiuh


                                                                    Drs. H. Muslimin Winoto, M.Pd.I
                                                                   NIP. 196709281994031004